Posts

Showing posts from March, 2013

Perbedaan, Perjalanan, Perdamaian

Image
Oleh Rio Rahadian Tuasikal *Untuk dosen komunikasi lintas budaya, pelancong, penulis dan aktivis toleransi. Yang untuk menciptakan damai, semuanya harus bersindikat. Pemandu Keraton Yogyakarta, turis lokal dan turis asing tertawa bersama di kompleks  Keraton, Selasa (30/10/12) lalu. “Perjalanan bisa bikin damai atau konflik,” kata penulis perjalanan Agustinus Wibowo, dalam Kongkow Buku “Titik Nol” di Stikom Bandung, Senin (25/3) malam. Hal itu, katanya, bergantung pada sikap turis dan pribumi sendiri. Bila saling memaksakan cara pandang, tentu akan menimbulkan perpecahan. Tapi jika saling buka pandangan, akan buat saling pengertian. Bagaimana perdamaian bisa dimulai lewat jalan-jalan? Penjelasan dimulai dari stigma, yakni sikap curiga pada budaya lain. Misalnya kita percaya bahwa orang Batak itu galak, orang Amerika itu penuh syahwat dan sebagainya. Sadar atau tidak, asumsi ini ditanamkan oleh orang tua dan guru kita sejak lahir. Alhasil, saking nyamannya d...

Mengulang Relasi Manis Tionghoa-Sunda (2)

Image
Teks oleh Rio Rahadian Tuasikal / @riorahadiant Sila baca bagian pertamanya di bagian 1 . Jalan Raya Pos pada 1938. Sekarang jadi Jalan Asia-Afrika (sumber wikipedia.org dari Tropen Museum)   Menurut pendiri Komunitas Aleut! Ridwan Hutagalung, alasan warga Tionghoa didatangkan ke Bandung ada dua versi. Pertama, guna membantu pembuatan jalan raya pos (groote postweg) pada masa Daendels tahun 1808. Mereka dihadirkan karena dikenal handal dalam pertukangan. Versi lain menyebutkan warga Tionghoa ke Bandung lantaran lari dari “Java Oorlog” atau perang Diponegoro tahun 1825. Di Bandung, kawasan pecinan diperkirakan sebelah barat alun-alun. Dalam majalah Mooi Bandoeng tahun 1935, Profesor Dr. Godee Molsbergen memperkirakan pasar pertama dibuat pada 1812 di kampung Ciguriang, belakang Gedung Kepatihan sekarang. Dalam attayaya.net, dijelaskan penyebaran penduduk Tionghoa ini. Tahun 1885 warga Tionghoa mulai menyebar ke Jln. Kelenteng. Pecinan di Jln. Kelenteng ditandai deng...

Mengulang Relasi Manis Tionghoa-Sunda (1)

Image
Teks oleh Rio Rahadian Tuasikal / @riorahadiant Soeria Disastra (sumber sundanews.com) “Tak pernah kau Cina-kan aku! Di matamu aku Tionghoa, di hatimu aku Indonesia,” pekik Soeria Disastra, sastrawan Tionghoa Indonesia membacakan puisi di mimbar. Tepuk tangan lalu menyeruak, menghela Soeria yang sedang baca ‘Ketemu di Jalan’ soal Gus Dur. Soeria lanjutkan sampai akhir dan mendapat sambutan meriah kembali. Suasana di atas terjadi di diskusi ‘Gus Dur, Bapak Tionghoa Indonesia’ akhir Sabtu (26/1) lalu. Acara yang bertempat di gereja sekolah BPK 5, Bandung itu dihadiri 130-an peserta. Mereka adalah warga Bandung keturunan Tionghoa, anggota Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, dan lainnya. Acara diadakan oleh Jaringan Kerja Antarumat Beragama dalam mengenang kepergian Gus Dur 2009 lalu. Saling temu dua kalangan di atas, di gereja pula, adalah potret Bandung yang heterogen namun harmonis. Hal ini seolah ingin meruntuhkan gambaran dari data The Wahid Institute tiga tahun ke belaka...

Buku : Maryam

Image
Oleh Rio Rahadian Tuasikal Judul                      : Maryam Penulis                   : Okky Madasari Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama Cetakan                : 2012 Tebal                      : 275 halaman ISBN                       : 978-979-22-8009-8 Maryam bercerai dan kembali ke kampungnya di Lombok. Rumah tangganya di Jakarta tak bisa bertahan akibat cek cok dengan mertua. Terlebih lagi pernikahannya itu tak direst...

#CherishYIC : Ini Bidah, Bukan Bid’ah

Image
Oleh @riotuasikal   Romo Risdo (tiga kiri atas) bersama jemaat bidah unyu-unyu rahmatullah. “Kamu pernah di persekutuan mana?” tanya Risdo pada saya siang itu. Saya jelaskan saya muslim dan dia heran. Katanya wajah saya Kristen mirip injil. Saya tertawa karena memang sering disebut demikian. Delapan jam berselang, bersama Okky, Otniel dan Andre, kami habiskan tiga jam bergumul soal gereja dan teologi Kristen. Saya muslim sendirian dan jadi target penginjilan saudara-saudara. Tak perlu kaget. Karena sebetulnya ‘target penginjilan’ adalah lelucon kami. Otniel yang Protestan bahkan menciptakan metode baptis baru selain percik dan selam, yakni celup. Akhirnya berulang kali Risdo dan Otniel bilang akan membaptis saya dengan metode celup. Kata mereka tiga jam itu adalah katekisasi (tahapan sebelum baptis) pertama saya. Semua terbahak. Beruntunglah saya berada di Youth Interfaith Camp, di Lembang. Berkenalan dengan orang-orang yang tersatukan dalam kasih. Dari Kamis (7/3)...

Parahyangan Rumah Semua Kalangan

Image
Oleh Rio Rahadian Tuasikal Jawa Barat dapat predikat baru.Yakni provinsi dengan angka kasus intoleransi tertinggi. Data The Wahid Institute menyebutkan angka tindak kekerasan berbau suku,agama,ras,dan antargolongan (SARA) tiga tahun ke belakang. Di Jawa Barat ada 57 kasus pada 2010 naik jauh hingga 128 kasus pada 2011,dan turun ke 102 kasus di 2012.Bukan capaian yang perlu dibanggakan. Tersebutlah beberapa kasus menonjol di antaranya sejak 2008 izin mendirikan bangunan GKI Yasmin Bogor dicabut pemerintah kotanya.Kasus sama diderita oleh HKBP di Bekasi pada Januari 2010. Masih seputar rumah ibadah, ada 12 kasus pelarangan, penyegelan, dan penutupan gereja yang bertumpuk sepanjang tahun 2010. Laporan tahunan Program Studi Agama dan Lintas Budaya UGM tahun 2010 menyebutkan, Jawa Barat memuat 53% kasus rumah ibadah di Indonesia dengan 21 kasus mengalahkan DKI Jakarta yang di posisi kedua, yakni 15% dengan 6 kasus. Tahun 2011 masih diwarnai kasus penutupan gereja.Misalnya GPIB J...

#KirabCapGoMeh: Barongsay Untuk Semua

Image
Teks dan Foto oleh : Rio Rahadian Tuasikal / @riotuasikal Kepala naga sebesar satu meter. “Aaaaaaa!” teriak gadis kecil dari tengah kerumunan penonton. Kepala liong yang ada di depannya itu langsung mundur sedikit, kikuk. Seorang peserta parade lalu tersenyum menenangkan gadis tadi, bilang tak apa-apa. Namun gadis tadi tetap tak berkutik, ayahnya hanya bisa mendorongnya dari belakang.  Pukul empat sore sudah sampai di jalan Sudirman, Kota Bandung Sabtu (2/3) kemarin. Biasanya jalan ini penuh dengan mobil, namun spesial untuk Kirab Cap Go Meh 2013, Sudirman disesaki barongsay. Sebanyak 30 kelompok barongsay dari berbagai kota hadir memenuhi jalan. Mereka membawa barongsay, liong, patung dewa-dewi, lampion, grup musik, serta dupa yang semerbak. Parade yang diperkirakan berisi 7000 personel itu mulai dari jalan Cibadak. Dari Vihara Dharma Ramsi, mereka berpawai ke Astana Anyar, Sudirman, Kelenteng, Paskal Hyper Square, Gardu Jati dan kembali ke Cibadak. Semuanya adalah...