Mejikuhibiniu Jadi Merah Putih
*Juara1 lomba essay dalam HUT ke-18 Pers Mahasiswa Jumpa Universitas Pasundan,Bandung Orang Indonesia tahu mereka bhinneka, tapi menolak bertunggal ika. Lihat saja kekerasan atas nama beda yang muncul di mana-mana. Perbedaan kini telah jadi alasan untuk melakukan kekerasan. Membuat kebhinnekaan Indonesia makin keruh saja. Bisa jadi mereka lupa dengan semboyan bangsa. Padahal sudah dipajang di ruang-ruang kelas, dicetak di buku-buku pelajaran, dan dibacakan setiap upacara bendera. Bahwa pendiri bangsa ini, 68 tahun yang lalu, sudah tahu bahwa Indonesia takkan akur. Tapi Soekarno pasti menolak bangga meski ramalannya terbukti benar. Kini, Pancasila sebatas dekorasi berbentuk garuda. Bhinneka tunggal ika pun sebatas tulisan yang dihapal tanpa makna. Keduanya kini tak lagi mampu berbuat apa-apa. Masyarakat pun makin alergi dengan orang yang berlainan. Bila ini dibiarkan, Indonesia yang bubar jalan tinggal ditunggu tanggal mainnya. Rapor Merah Kebhinn...