Kado Dialog Buat Tatar Sunda*
Oleh Rio Rahadian Tuasikal “Sebetulnya arti jihad itu apa?” tanya Ivo Sarean, seorang kristiani, siang itu. Belasan pemuda langsung menegakkan duduknya. Ricky Husen, seorang muslim, menjawabnya, “Jihad adalah berjuang di jalan Tuhan. Jihad bukan kekerasan, belajar juga merupakan jihad. Islam tidak mengajarkan kekerasan kecuali untuk mempertahankan diri.” Dengar jawaban itu, belasan pemuda Kristen, Katolik dan Buddha lalu mengangguk. Sesi sharing agama ini berlanjut dengan pertanyaan dan jawaban yang saling mengisi. Genap dengan candaan melengkapi. Sambil duduk di kantin hotel itu, mereka saling koreksi stigma yang selama ini mereka tahu. Dialog barusan terjadi dalam Youth Interfaith Camp, di Hotel Cherish, Lembang, Bandung. Sejak Kamis (7/3) hingga Sabtu (9/3) kemarin, 78 pemuda-pemudi dari agama Protestan, Katolik, Kristen Orthodoks, Islam dan Buddha tinggal bersama. Di sini, peserta belajar keragaman lewat seminar, diskusi panel, sharing dan menonton film Mata Tertutup. ...