@Jarak
Oleh Rio Rahadian Tuasikal Kilometer 53, hentakan drum terdengar di minibus ini. Dari earphone putih miliknya, Lingga, seorang pemuda bertopi, sedang mendengarkan lagu. Rabu (8/5) pagi itu, kami berdua sedang naik travel dari Bandung ke Jakarta. Bersama tiga penumpang lain dan satu supir, kami sedang melintasi tol Cipularang. Sudah sejak berangkat, sekitar 90 menit sebelumnya, Lingga asyik dengan musik. Saat kami baru keluar shuttle di kawasan Surapati, Bandung, Lingga langsung menempelkan earphone ke iPhone miliknya. Dia sekilas memilih lagu dan langsung menyakukan ponsel ke celananya yang hitam. Sepanjang perjalanan hingga kilometer 32, tak sekalipun kami saling sapa. Senyum basa-basi juga tidak ada. Lingga yang berkemeja merah itu memang tidak mengenal saya, begitu pun sebaliknya. Kami hanya kebetulan satu kendaraan, dan duduk bersebelahan. Nama Lingga sendiri saya dapat dari tiket yang digenggamnya, bukan hasil berkenalan. Saat perjala...