Antrean Panjang & Ego Menjulang
Untuk para penyerobot antrean "Keluar kamu! Kamu nggak antre!" Selasa petang di halte Transjakarta Dukuh Atas, seorang lelaki memanen hujatan warga lainnya karena enggan mengantre. Lelaki itu bersikukuh di tengah antrean meski dua petugas sudah memintanya pergi ke belakang. Ketika bus tiba dan antrean kami berkurang, sekitar lima orang meneriakinya lantang. Setelah disuraki panjang, well, pada akhirnya dia harus mengantre dari ujung juga–plus rasa malu yang membebani pundaknya. Peristiwa itu tidak mengejutkan buat saya–dan mungkin kebanyakan warga Indonesia. Kita bisa melihatnya di hampir semua halte Transjakarta, saat jam sibuk pagi dan sore. Akan ada monyet-monyet tengil yang belagak perlu diistimewakan. Mereka membuat antrean sekunder, atau antrean imajiner. Lebih parah: mengantre di pintu keluar. Dan lucunya, petugas tidak memarahi mereka! Kasus lain. Saya masih ingat 2012 lalu ketika menegur perempuan yang menyerobot antrean d...